Daerah Featured

Proyek Pemasangan Pipa Air di Desa Peraduan Binjai Terindikasi Korupsi

Proyek Pemasangan Pipa Air di Desa Peraduan Binjai Terindikasi Korupsi

Kepahiang, GC – Pekerjaan proyek pemasangan pipa air minum di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, yang diduga menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah sepertinya kuat penyimpangan alias terindikasi korupsi.

Pasalnya, selain pekerjaanya terkesan sembarangan dan asal jadi. Dalam pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan pipa tersebut tidak ada menggunakan plank atau papan informasi, sehingga tidak diketahui siapa yang mengerjakannya dan berapa besar anggaran serta volumenya.

Sugeng, salah seorang pekerja ketika dikonfirmasikan oleh media ini mengakui, bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui berapa besar anggarannya dan berapa volume pekerjaan tersebut. Bahkan, dari mana asal proyek tersebut ia pun juga tidak tahu.

“Kami hanya pekerja yang disuruh oleh Emon pak, dan kami bekerja pemasangan pipa disini terhitung sudah 10 hari. Kemudian, selama kami bekerja disini memang papan informasi proyek belum dipasang dan itupun kami tidak tahu kapan mau masangnya,” Ungkap Sugeng, Sabtu (30/10/2021) di lokasi proyek.

Aneh..Para Pekerja Proyek Tanpa Dibekali Gambar

Galian Pemasangan Pipa Air Minum di Desa Peraduan Binjai

Sugeng juga mengatakan, mereka bekerja tidak dibekali dengan sebuah gambar. Sehingga pekerjaan pemasangan pipa tersebut hanya berdasarkan perkiraan dari para pekerja semata.

Parahnya lagi, kata Sugeng, selama mereka bekerja, baik itu dari pihak kontraktor dan pihak terkait hanya satu kali ke lokasi. Sehingga dianggap wajar kalau pekerjaan pemasangan pipa tersebut  terkesan asal jadi.

“Sepengetahuan saya hanya satu kali dari pihak konsultan dan pihak kontraktor ke lokasi pak. Kalau nggak salah pada saat titik nol. Kemudian lagi Karena kita bekerja tidak diberi gambar, sehingga untuk kedalaman galian memang berpariasi, ada yang 60 sentimeter dan ada yang 15 sentimeter,” jelas Sugeng.

Terkait dengan hal ini, salah seorang kontraktor proyek tersebut ketika dikonfirmasikan oleh media ini melalui Via Handpone milik Sugeng, dengan singkat hanya mengatakan, “ Nanti kami pasang Papan Merknya, dan proyek kita itu bukan Pansimas tapi proyek dari PU,” tuturnya.

Pendi, salah seorang warga desa Peraduan Binjai, ketika diminta komentarnya ikut geram atas cara pihak kontraktor dan pihak-pihak yang terkait selaku pelaksana proyek pemasangan pipa air minum itu. Bahkan ia menilai, Aparat penegak Hukum (APH) Baik itu dari pijhak Kejaksaan atau dari pihak Kepolisian setempat diminta agar mengusut proyek tersebut.

“Papan nama proyek itu penting, tujuannya agar transparan dalam menggunakan uang rakyat. Dengan adanya papan informasi proyek, sehingga masyarakat atau warga desa sekitar juga ikut mengontrol dan mengawasi. Kalau tak ada papan informasi itu namanya proyek siluman,” demikian terang Pendi Arisani. (Ben)

Related posts

Rapat Paripurna Nota Pengantar Raperda Bengkulu Utara Tahun 2019

Beni Irawan

Kejati Bengkulu Tahan Mantan Plt.Kadis Kesehatan Bengkulu Tengah

Beni Irawan

Lagi-Lagi Asisten 1 Edi Subroto Bungkam Soal UNRAS

Beni Irawan

Leave a Comment