Garuda Citizen – Para petani ikan di Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, mengalami kerugian besar akibat pencemaran limbah yang diduga dari Pabrik Kelapa Sawit PT. BBS.
Menurut Ewo Aprian, salah seorang ketua kelompok tani pembudidaya ikan air tawar di Desa Sido Mukti, menjelaskan, dirinya bersama rekan rekan pembudidaya ikan yang lain akan meminta kepada pihak PT. BBS agar bertanggung jawab atas hal ini.
“Untuk sementara ini ada empat kolam ikan yang diduga tercemar, yang saya ada dua kolam dan yang anggota ada dua kolam,” terang Ewo, pada saat ingin menghadiri mediasi dengan pihak PT. BBS di kantor Camat Padang Jaya, Jum’at (3/10/2025).
Ewo juga mengungkapkan, kerugian besar yang dialami oleh para petani ikan di Desa Sido Mukti, yang diduga akibat dampak limbah PT BBS sekitar 15 ton ikan.
Kuatnya dugaan dari limbah dari PT BBS, Kata Ewo, lantaran adanya aliran limbah ke area kebun dan saluran air yang berdekatan dengan puluhan kolam ikan milik warga.
“Sebelum berdirinya PT. BBS, para petani ikan tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Kami tidak pernah usil berdirinya PT. BBS, tapi jangan menggangu kehidupan kami warga sekitar,” ujar Ewo.
Terpisah, salah seorang penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andika Rahman, S.St.Pi, M.Si menjelaskan, saat meninjau langsung ke lokasi para petani ikan. Dirinya menemukan ciri ciri ikan mati yang terindikasi akibat terdampak limbah.
“Ikan ikan terlihat matanya merah, sisik terkelupas, dan ikan dalam kondisi lemas. Kemudian, kami juga melihat ikan ikan pada menjauh dari sumber air, dan ikan ikan pun lemas saat diberi oksigen ketika berada dalam pelastik,” tutup Andika. (Ben)
