Garuda Citizen – Rapat internal pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, yang dipimpin oleh Ketua DPRD Parmin, S.IP didampingi Wakil Ketua 1 Ichram Nur Hidayah, ST dan Wakil Ketua II Herliyanto, S.IP, berlangsung alot dan panas, Senin (16/06/2025).
Hujan interupsi, gebrak meja hingga kacanya pecah mewarnai rapat yang akhirnya sempat diskors sementara.
Dari pantauan garudacitizen.com, suasana rapat yang panas itu terjadi sejak awal rapat dimulai di ruang sidang istimewa lantai dua gedung DPRD setempat.
Sejumlah anggota dewan terlihat melakukan interupsi. Mereka protes karena merasa tak diperlakukan hal yang sama.
Masalah Mis Komunikasi Karena 14 Dewan Belum MCU
Masalahnya dipicu terjadi mis komunaksi karena ada 14 orang anggota dewan yang belum mendapatkan haknya untuk melaksanakan Medical Check Up (MCU) tetapi anggarannya tidak ada lagi akibat efisiensi.
Menurut salah satu anggota DPRD Bengkulu Utara, Edi Sanusi, ST mengatakan efisiensi anggaran untuk DPRD diperkirakan sebesar Rp 9 Miliar yang dilakukan oleh pihak Eksekutif tanpa diketahui oleh pihak anggota lembaga legislatif.
“Biasalah rebut sedikit mis komunikasi. Kalu saya menilai wajar saja, karena giliran kami 14 orang ingin melaksanakan MCU kata pihak sekretariat anggarannya sudah habis. Sementara, rekan rekan yang lainnya sudah semua dan anggaran tersedia,” ungkap Edi Sanusi, ST.
Hal ini terjadi sepertinya ibarat pepatah mengatakan, “Dimana Ketidak Adilan Disana Ada Pembrontakan”
Protes itu seperti disuarakan sejumlah anggota dari Komisi dua. Karena sejumlah anggota dewan Komisi II masih banyak yang belum melaksanakan MCU tersebut. Kondisi ini pun tentunya menuai reaksi dari sejumlah dewan Komisi II yang hadir.
“Intinya, ada beberapa anggota dewan kesal karena tidak diperlakukan sama dengan yang lain. Sehingga terjadi tarik ulur tadi,” ujar Edi Sanusi.
Rapat internal itu berlangsung dengan perdebatan sengit. Terdengar sejumlah suara lantang opsi dan argumen dari anggota dewan dalam rapat.
Sementara, dalam hal ini Sekwan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Eka Hendriyadi, SH ketika dikonfirmasi oleh garudacitizen.com setelah rapat internal dewan selesai mengatakan, suasana rapat panas karena terjadinya mis komunikasi.
“Hanya Mis Komunikasi, kalau masalah anggaran untuk 14 orang dewan yang ingin melaksanakan MCU itu ada. Hanya saja, pelaksanaannya secara bertahap tidak bisa semuanya serta merta langsung 30 anggota dewa. Misalnya, tahap pertama 7 orang dewan, tahap kedua begitu juga dan seterusnya,” demikian Sekwan Eka Hendriyadi. (Ben/ADV).
