Garuda Citizen – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) Kabupaten Bengkulu Utara didemo oleh ormas Komunitas Masyarakat Untuk Anti Korupsi (KOMUNIKASI) soal kegiatan pelatihan dan pembuatan Website desa yang menelan anggaran dana desa mencapai Rp 26 hingga 30 Juta per desa, Kamis (5/6/2025).
Menurut penjelasan Deno Andeska selaku juru bicara ormas KOMUNIKASI dengan awak media ini mengatakan, terkait pelatihan dan pengadaan website desa mereka meminta apa dasar mengadakan pelatihan Website desa yang diadakan di Hotel berbintang Mercure kota Bengkulu.
Selain itu, lanjut Deno, ada apa hanya menunjuk satu perusahaan PT. Trie Teknologi Global saja untuk pembuatan Website desa yang diduga tanpa melaksanakan proses pengadaan barang/jasa.
Sedangkan, pembuatan Website desa tersebut menjadi tanggung jawab masing masing desa.
“Yang anehnya lagi, kenapa dengan ada kegiatan pembuatan website desa saat ini, pihak desa melakukan perubahan APBDes. Artinya, hal ini kami menduga ada penekanan dari pihak tertentu,” ucap Deno Andeska.
Parahnya lagi, tambah Deno, pelatihan website desa dilakukan hampir setiap tahun. Seolah olah dana desa dilakukan sebagai sapi perah bagi para Mafia Dana Desa.
“Tujuan kami kesini ingin mendengar sejauh mana keterlibatan pihak Dinas PMD terkait hal ini, dan kami juga ingin mendengar apa penjelasan dari kepala dinas PMD,” tutur Deno.
Berikut Penjelasan Kadis PMD
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Bengkulu Utara, Rahmat Hidayat, ketika menyampaikan penjelasannya di depan para aksi demo mengatakan, pihak Dinas PMD tidak ada keterlibatannya sedikit pun dalam persoalan ini.
“Sebenarnya kami dari PMD tidak ada keterlibatannya dalam masalah ini. Kalau masalah surat dari kami pada tanggal 27 Agutus 2024 dengan nomor 400.10.2.2/367/DPMD 2024 kepada seluruh camat pada waktu itu, hanya menindaklanjuti surat dari Kepala Dinas Kominfo tanggal 23 Agustus 2024,” jelas Rahmat Hidayat.

Adapun Prihal surat dari Dinas Kominfo tanggal 23 Agustus 2024 dengan nomor B-46/B-3/VIII/2024 yang ditindaklanjuti oleh Dinas PMD agar menyampaikan kepada seluruh camat adalah terkait dengan Penyeragaman nama Domain Desa.
“Jadi kalau menurut hemat saya, salah kalau mempertanyakan masalah Website desa ke Dinas PMD. Yang tepatnya itu ke Dinas Kominfo ya bapak bapak, om om dan adek adek ku sayang,” ungkap Rahmat Hidayat.
Kemudia, Rahmat Hidayat juga mengatakan, ia tidak dapat menjelaskan apa dasar adanya pelatihan Website desa yang diselenggarakan oleh PT. Trie Teknologi Global di Hotel Mercure.
“Kalau masalah apa dasar soal pelatihan Website desa di Hotel Mercure, ya tanyakan saja dengan pihak ketiga selaku penyelenggara,” ujar Rahmat Hidayat.
“Kemudian Perlu juga kalian ketahui, sebenarnya untuk masalah ini Amirul Mukminin selaku Korlap aksi demo itu sudah sangat tahu dan tidak perlu dijelaskan lagi. Kenapa saya katakan begitu, karena dia saat ini adalah selaku pendamping lokal desa untuk wilayah Kecamatan Air Besi,” demikian Rahmat Hidayat. (Ben)
