Daerah Featured

Warga Desa Talang Ulu Minta Pemerintah Bangun Jembatan

Warga Desa Talang Ulu Minta Pemerintah Bangun Jembatan

Garuda Citizen – Warga Desa Talang Ulu, Kecamatan Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, sangat berharap kepada pihak pemerintah agar membangun jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat untuk meningkatkan perekonomian 

Pasalnya, hingga saat ini warga desa agak kesulitan mengeluarkan hasil bumi dikarenakan warga harus menyeberangi sungai terlebihdahulu ketika mengangkut hasil kebun mereka keluar.

Bahkan, hasil perkebunan warga pun sama sekali tidak bisa keluar jika dimusim penghujan lantaran sungai air padang yang mereka seberangi membesar dan dapat membahayakan keselamatan bagi warga saat menyeberang.

“Karena dari dulu tidak ada jembatan, sehingga kalau kami ingin mengeluarkan hasil kebun kami, seperti buah sawit atau karet,  ya terpaksa menyeberang sungai ini. Parahnya lagi, kalau musim penghujan, tentu kami tidak bisa mengeluarkan hasil kebun kami, karena air sungai membesar. Yah terpaksa kita ngutang beras, ngutang rokok dulu sampai air sungai dapat dilalui,” ungkap salah seorang warga desa Talang Ulu.

Warga Sangat Berharap Agar Jembatan Dibangun

Lanjut Warga, “Dari dulu kami sangat berharap kepada tuhan yang maha esa agar tergugah hatinnya pihak pemerintah untuk dapat membangun jembatan sungai air padang ini om. Kenapa saya katakan seperti itu, karena taruhannya nyawa saat kami menyeberang sungai mengangkuti hasil kebun kami om ” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Talang Ulu, Ismail, S.Sos membenarkan apa yang telah disampaikan warganya. “Apa yang disampaikan warga saya itu tidak salah, karena seperti itulah faktanya,” kata Ismail, ketika dijumpai awak media ini di kediamannya, Rabu (8/11/2023).

Selain itu, Kepala Desa Talang Ulu juga mengatakan, jika pihak pemerintah membangun jembatan sungai tersebut. Maka selain memperlancarkan para warga mengangkut hasil kebunnya, juga dapat sebagai akses utama penghubung ke kecamatan Batik Nau.

“Jika dibangun jembatan permanen yang dapat dialui kendaraan roda empat, tentu yang paling cepat lewat sini ketika kami ingin ke kecamatan Batik Nau, dibandingkan selama ini kami harus mutar lagi lewat jalan kecamatan Lais,” beber Ismail.

“Intinya Kalau melewati jalan ini hanya makan waktu 15 menit sudah sampai ke kecamatan Batik Nau. Semenara, kalau kita menempuh jalan lewat kecamatan lais, tentu makan waktu cukup lama, yakni hampir satu jam lebih,” pungkas Ismail. (Ben)

Related posts

DPRD Rapat Usulan 9 Raperda BU,Tahun 2017

Beni Irawan

ASN Bengkulu Utara Dipecat Berdasarkan Aturan Tak Berlaku Lagi

Beni Irawan

Masalah PT SIL, Warga Dari 3 Desa Datangi Kantor Gubernur

Beni Irawan

Leave a Comment

twenty − seven =