Daerah Featured

Wow..Bantuan WC di Desa Peraduan Binjai Menjadi Sorotan

Wow..Bantuan WC di Desa Peraduan Binjai Menjadi Sorotan

Kepahiang, GC – Bantuan sanitasi perdesaan berupa pembangunan bilik toilet (WC) per Kepala Keluarga (KK) di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2021. Hingga kini belum selesai dan menjadi sorotan.

Pasalnya, selain terindikasi mark-up. Proyek siluman (tanpa papan nama) yang menelan anggaran ratusan juta tersebut, sepertinya juga tak tepat sasaran.

Menurut Deri, Salah seorang warga desa Peraduan Binjai yang mendapatkan bantuan WC dengan media ini mengatakan, dengan adanya bantuan WC tersebut ternyata warga desa bukannya senang malah mengeluh, kenapa?

Rata-rata warga desa Peraduan Binjai mengeluh karena bangunan WC bantuan tersebut tidak selesai 100 persen dan masih banyak yang terlihat centang-perenang. Bahkan, ada warga yang terpaksa membuat WC darurat lantaran sudah berbulan-bulan menunggu dari pihak terkait yang membuat bangunan WC nya namun hingga kini belum juga dikerjakan.

“Kenapa barang-barang bantuan untuk bangun WC itu saya letakkan saja dekat kandang ayam, karena saya tunggu-tunggu sampai hari ini yang sebentar lagi tahun 2021 berakhir belum ada tukang membuatnya,” ungkap Deri ketika dikonfirmasikan media ini di kediamannya.

Karena WC Belum Rampung, Warga Terpaksa Masih Buang Air Besar Ke Sungai

Deri juga mengatakan, akibat sampai saat ini bangunan WC bantuan belum ada sedikit pun dikerjakan. Sehingga, ia masih terpaksa membuang air besar ke sungai yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Kalau sudah tidak tahan lagi, terpaksa kami numpang buang air besar ke rumah sahula atau ke rumah Tar. Tapi kalau masih bisa ditahan, yah…saya ke sungai aja lah,” ujar Deri.

Selain itu, Sahula, ia juga salah seorang warga desa Peraduan Binjai penerima bantuan WC dengan media ini mengaku, karena sudah berbulan-bulan menunggu belum juga ada kejelasan kapan bangunan WC bantuan tersebut dikerjakan, sehingga dirinya terpaksa membuat WC di rumahnya dengan menggunakan biayanya sendiri.

“Karena sudah berbulan-bulan saya menunggu belum ada yang mengerjakannya. Sehingga saya terpaksa membuat WC dengan menggunakan biaya pribadi saya sendiri. Sementara material WC bantuan yang diberikan kepada saya tidak saya gunakan, dan masih berserakan di belakang rumah sekarang. Bahkan, Septic Tank yang diberikan untuk WC bantuan itu sekarang saya buat untuk penampungan air hujan,” terang Sahula.

Lanjut Sahula, WC bantuan saat ini menjadi perbincangan hangat ditengah Masyarakat Desa Peraduan Binjai, hal tersebut lataran ada beberapa kepala keluarga yang menerima bantuan WC diduga tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah alias tidak tepat sasaran. Tentu hal tersebut jelas telah merugikan masyarakat yang benar-benar layak menerima bantuan.

Berdasarkan hasil investigasi media ini di lapangan, masih puluhan rumah warga yang mendapat bantuan WC Sandes di Desa peraduan Binjai, hingga saat ini belum dikerjakan.

Dengan demikian, ada beberapa orang warga desa Peraduan Binjai, yang belum mau disebut namanya sangat berharap kepada pihak aparat penegak hukum untuk menindak atas adanya hal ini. Bahkan, bila perlu dalam waktu dekata ini sebelum tahun anggaran 2021 berakhir, pihak yang terkait turun langsung krosscek ke lapangan, terutama  ke Desa peraduan Binjai. (Ben)

Related posts

Soal Laporan Aliansi LSM, Ini Tanggapan Kadispendik Bengkulu Utara

Beni Irawan

Eko Kurnia Ningsih Melantik TP PKK Kecamatan Dan Bunda PAUD Kecamatan Se Kabupaten Bengkulu Utara

Beni Irawan

Tabrani Bantah Masuk Dalam Daftar PNS Korupsi, Begini Ceritanya

Beni Irawan

Leave a Comment