Daerah Featured

Marak, Ada Perambah Hutan Lindung Kemumu Resahkan Warga

Marak, Ada Perambah Hutan Lindung Kemumu Resahkan Warga

Bengkulu Utara, GC – Masyarakat Kelurahan Desa Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, diresahkan maraknya aktifitas kasus perambahan hutan di kawasan hutan lindung. Hal itu diduga akibat kurangnya pengawasan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, serta dari aparat penegak hukum lainnya.

Keresahan warga, khususnya di Kelurahan Desa Kemumu, Kecamatan Arma Jaya itu, karena kondisi arus air persawahan petani yang semakin hari semakin mengecil. Menurut warga, Hal itu disebabkan kawasan hutan yang selama ini sebagai penyangga dan penopang ketersedian air bersih masyarakat Bengkulu Utara dan untuk persawahan warga kelurahan desa kemumu sudah tidak rimbun lagi karena dirambah oleh warga dari luar.

Pa’ul (50) salah seorang warga Kelurahan Desa Kemumu dengan media ini menjelaskan, hampir 90 persen penduduk kelurahan desa kemumu yang mayoritas sebagai petani khawatir. Sebab, Jika kondisi hutan terus dirambah, maka kondisi lahan persawahan masyarakat akan mengalami kekeringan dan tandus karena kurangnya resapan air dari hutan lindung tersebut.

“Yang menjadi keresehan kami itu, nanti sawah kami akan mengalami kekeringan kalau air sungai lokan itu kering atau mengecil akibat hutan lindung ini gundul. Dan kami mau cari makan kemana. Bahkan, air PAM dari PDAM untuk masyarakat selama ini pun juga bisa kering,” terang Pa’ul, Senin (31/8/2020) di kediamannya.

Menurutnya, perambahan hutan di kawasan hutan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara sudah berlangsung 2 tahun lamanya. Namun anehnya, hingga kini belum ada tindakan persuasive yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun dari aparat penegak hukum. Seolah-olah terkesan tutup mata dalam hal ini. Bahkan, kian hari semakin bertambah. Apa lagi aat ini ada sekitar 50 KK dari warga luar yang sedang menebang kayu untuk dijadikan lahan kebun kopi.

“Sebenarnya kami sudah lama resah akibat hutan lindung kita ini dirambah oleh warga luar. Hal ini telah beberapa kali kami laporkan dengan lurah, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Gambar atau foto-foto sebagai bukti adanya perambah hutan tersebut, sudah saya berikan dengan salah seorang warga kemumu juga, yang bernama Deky,” beber Pa’ul.

Dengan adanya perambah hutan lindung tersebut, sebagai warga Kelurahan desa kemumu. Pa’ul berharap kepada pihak pemerintah dan aparat penegak hukum serta pihak-pihak terkait, agar segera melakukan tindakan terhadap para perambah kawasan hutan lindung di wilayah kemumu saat ini.

“Kita berharap perambah hutan lindung itu segera ditindak oleh pihak yang berwajib,”ujar Pa’ul.

Sementara, Deky yang juga sebagai warga kelurahan desa Kemumu ketika dikonfirmasikan oleh media ini melalui Via Handpone (HP) nya terkait adanya perambah hutan lindung tersebut, ia menyarakan agar pihak awak media mempertanyakan masalah ini ke Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Daun Provinsi Bengkulu.

“Coba tanya langsung ke KPHL bukit daun bang. Jadi jangan mencuat berita yang tidak sesuai kan, sementara masalah kedinasan berbeda, oke. Sebenarnya masalah perambah itu sudah banyak yang tahu, termasuk pihak kepolisian. Cuman kan, untuk koordinasi di lapangan kan tidak segampang itu teknisnya,” ungkap Deky.

Deky menambahkan, “Kalau menyalahkan disatu sisi gara-gara air saja nanti salah juga kan, sementara saat ini musim kemarau. Jadi kita sekarang ini berpikir secara cerdas aja bang, nanti abang naikkan berita abang kena kasus. Sebab, sekarang ini pemberitaannya harus pintar bang. Dalam artian begini, oke kalau kita media cuat kan itu, kenapa tidak dari kemarin. Sementara, sidak ke lapangan kan sudah,” pungkas Deky. (Ben)

Related posts

Pjs Dirut PDAM Tidak Berwenang Angkat Pegawai Tetap

Beni Irawan

Hadapi Pemilu 2019, Bupati Bengkulu Utara Lantik 1.808 Satlinmas

Beni Irawan

Dalam Rangka HPSN, DLH Bengkulu Utara Gelar Lomba Mewarnai

Beni Irawan

Leave a Comment