Daerah Featured

Pertanyakan Bantuan, Era Mian Dana Covid-19 Untuk Alat kantor

Pertanyakan Bantuan, Era Mian Dana Covid-19 Untuk Alat kantor

Bengkulu Utara, GC – Warga pasar Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara yang berpenghasilan dari sektor informal, buruh dan tenaga honorer, mulai mempertanyakan soal bantuan dari Pemerintah Daerah setempat.

Pasalnya, sejak sekolah-sekolah diliburkan dan banyak pusat perniagaan yang tutup lantaran bencana Corona, penghasilan mereka pun menurun drastis. Bahkan, ada yang tak lagi memperoleh penghasilan.

Saat ini, mereka bergantung pada kemurahan hati pada warga yang peduli kepada sesama yang kesusahan.  Walau pun ada program bantuan sosial dari pemerintah, mereka tidak terlalu berharap lantaran hingga kini belum tampak realisasinya. Sedangkan, APBD Bengkulu Utara dipangkas miliaran rupiah.

Seperti diungkapkan oleh Silun (43) warga yang bermukim di Pasar Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, yang sehari-harinya mencari uang dengan usaha rumah makan.

“Katanya ada bantuan dari Pemerintah, tapi kami tunggu-tunggu sampai saat ini ngak ada. Kalau ngak percaya, tanya aja dengan warga sekitar sini. Ada ngak mereka dapat bantuan, semua pada mengeluh akibat Virus corona ini,” tutur Silun, Kamis (30/04/2020).

Warga Minta Pansus Covid-19 Segera Sampaikan Rekomendasi Ke APH

Selain itu, selaku masyarakat Bengkulu Utara. Silun sangat kecewa dan sangat menyayangkan, jika era kepemimpinan Bupati Ir.H.Mian, Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan  Covid-19 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) digunakan untuk pembelian alat kantor.

“Dimana hati nuraninya pemerintah daerah kita ini, Masa anggaran Covid-19 untuk bantuan ke masyarakat mereka belikan peralatan kantor, seperti Laptop, Genset, Hand Pone dan lain sebagainya. Jadi kami berharap Pansus Covid-19 segera rekomendasikan Aparat Penegak Hukum, jangan tunggu lama-lama lagi, udah jelas-jelas menyalahi aturan itu” ujar Silun.

Terpisah, SRI (38) Warga RT 10 Dusun Tegal Rejo, Desa Karang Suci, Kecanatan Arga Makmur, ketika ditemui oleh media ini dihari yang sama, bernasib serupa. Dia mencari nafkah sebagai penjual makanan di sekolah. Ketika seluruh siswa-siswi diliburkan, tuturnya, ketika itu pula kehilangan pekerjaan.

“Anak-anak sekolah sekarang kan libur, jadi tak ada penghasilan. Sampai saat ini bantuan juga ngak ada, mana katanya pemerintah kasih bantuan. Sebenarnya ngak pantas lah kalau ada yang menggunakan dana covid-19 untuk beli HP atau Laptop,” pungkas Sri.

Perlu juga kita ketahui, Anggaran BTT Diskominfo untuk Covid-19 sebesar Rp 89 Juta untuk beli peralatan kantor. Sedangkan, anggaran BTT Covid-19 Dinas Sosial sebesar Rp 100 juta dibelanjakan untuk bantuan kepada masyarakat sebanyak 1000 paket sembako. (Ben)

Related posts

DPRD BU Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Bupati Terpilih

Beni Irawan

4 Prodi UNRAS Bengkulu Utara Tidak Terakreditasi

Beni Irawan

Setyo Budi Raharjo Kaget Dengar Mustarani Jadi Sekda Lebong

Beni Irawan

Leave a Comment