Advetorial Daerah Kesehatan

Pemkab Bengkulu Utara Raih Predikat Terbaik Penanggulangan Stunting

Pemkab Bengkulu Utara Raih Predikat Terbaik Penanggulangan Stunting

Bengkulu Utara, GC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara berhasil meraih predikat sebagai kabupaten paling inspiratif, inovatif dan replikatif, juga menunjukkan kinerja terbaik dalam upaya pencegahan serta penurunan stunting.

Keberhasilan Bengkulu Utara meraih segenap kategori tersebut secara resmi diumumkan pada Raker Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Terinspirasi/Inovasi se provinsi Bengkulu, Selasa kemarin (20/8/2019).

Penerimaan penghargaan di provinsi Bengkulu kemarin, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara di wakili oleh Wakil Bupati BU, Arie Septia Adinata SE, MM.

Berhasilnya Bengkulu Utara meraih predikat tersebut, sebagai hasil kerja keras tim percepatan penurunan stunting yang dikukuhkan oleh Bupati Bengkulu Utara, Ir H Mian, yang tujuannya meningkatkan kordinasi dan sinkronisasi, serta keharmonisan yang terintegrasi kebijakan, dalam kegiatan penanggulangan penurunan stunting.

Bentuk keseriusan itu antara lain dengan diterbitkannya Keputusan Bupati Bengkulu Utara Nomor 441/235/Dinkes/2019 tentang Penurunan Stunting Kabupaten Bengkulu Utara, fokus sasaran pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Stunting adalah gagal tumbuh pada usia dibawah 2 tahun. Bahkan stunting bisa menyebabkan anak kehilangan masa depan. Dengan begitu, bisa menyebabkan kerugian perekonomian dan kerugian pembangunan,” kata Bupati dalam penyampaiannya.

Untuk itu Bupati menghimbau kepada seluruh lapisan mayarakat Bengkulu Utara, untuk mendukung upaya penurunan dan pencegahan stunting melalui Swadaya Masarakat Dalam Penurunan Stunting (Swara Penting).

Pemerintah Provinsi Bengkulu Gelar Rapat Kerja

Pemda Provinsi Bengkulu melalui Bappeda dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Bengkulu, di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, Selasa (20/08).

Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Eknomi Keuangan dan Pembangunan Soemarno mengungkapkan, dilaksanakannya Raker ini sebagai upaya pembinaan dan pengawasan kinerja Kabupaten/Kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan angka stunting yang merupakan salah satu prioritas nasional.

“Untuk mencapai keterpaduan/ integrasi, maka diperlukan penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian kegiatan lintas sektor serta antar tingkatan pemerintah dan masyarakat sebagai upaya pembinaan dan pengawasan kinerja Kabupaten/Kota meningkatkan keterpaduan intervensi gizi,” terang Soemarno saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu.

Sementara itu penilaian kinerja pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi adalah proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten/Kota dalam upaya memperbaiki konvergensi intervensi gizi. Sehingga target Bengkulu Bebas Stunting 2030 bisa tercapai.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Bupati Kaur, Wakil Bupati Bengkulu Utara, Sekda Kabupaten Seluma, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Kepala BPKD Provinsi Bengkulu, Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala Bappeda dan Kadinkes Kaupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu serta perwakilan instansi teknis lainnya.

Selain itu juga tampak hadir Tim Panelis yang terdiri dari beberapa instansi teknis, seperti dari Dinkes, Dinas PUPR provinsi, Organisasi perempuan, DLHK dan lain sebagainya.

Sementara, hasil penilaian kinerja ini nanti akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kemen LHK, yang selanjutnya akan diberikan penghargaan bagi daerah yang sukses turunkan angka stunting saat ini. (ADV)

Related posts

Zaman Bupati Mian, BPK Temukan Indikasi Kerugian Negara di Dinkes

Beni Irawan

Soal Penertiban Pedagang, Begini Kata Kasat Pol PP Bengkulu Utara

Beni Irawan

Bupati Bengkulu Utara Membuka Acara Pawai Ogoh-Ogoh

Beni Irawan

Leave a Comment

13 + 7 =